Tren E-commerce Asia Pasifik: Social Commerce, Keberlanjutan, dan Layanan Pengiriman yang Andal

BrandExcellence.id – DHL eCommerce baru-baru ini merilis laporan tren terbaru yang menunjukkan bahwa social commerce, keberlanjutan, dan keandalan layanan pengiriman menjadi tiga faktor utama yang membentuk lanskap e-commerce dan perilaku belanja konsumen di kawasan Asia Pasifik. Laporan yang berjudul DHL eCommerce 2024 Online Shopper Trends Report ini menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang preferensi konsumen di Asia Pasifik bagi bisnis yang ingin tumbuh di pasar yang dinamis ini.

Menurut Pablo Ciano, CEO DHL eCommerce, perilaku belanja online mengalami perubahan pesat akibat pertumbuhan social commerce dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan. Dengan prediksi nilai pasar e-commerce Asia Pasifik yang akan melampaui 3 triliun dolar AS pada tahun 2028, bisnis e-commerce perlu menyesuaikan strategi mereka agar dapat bersaing di tengah berbagai platform belanja yang tersedia.

Social Commerce: Era Baru Belanja Online

Social commerce kini menjadi tren dominan di Asia Pasifik, di mana media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat untuk mencari inspirasi, tetapi juga sebagai saluran utama untuk berbelanja. Lebih dari 90% responden survei menyatakan bahwa mereka telah melakukan pembelian melalui platform media sosial. Di China, platform seperti Douyin, WeChat, dan Kuaishou menguasai pasar e-commerce lokal. TikTok menjadi platform utama di Thailand dengan 7 dari 10 pembeli menggunakan aplikasi ini untuk bertransaksi. Sementara di India, Instagram dan Facebook menjadi pilihan utama.

Pertumbuhan social commerce memberikan peluang bagi bisnis untuk memanfaatkan platform di mana keterlibatan konsumen paling tinggi. Bisnis dapat fokus pada memperkuat kehadiran mereka di media sosial dan menyusun strategi penjualan yang lebih efektif di platform tersebut.

Keberlanjutan: Prioritas Utama Bagi Pembeli Online

Keberlanjutan menjadi perhatian yang semakin besar bagi konsumen di Asia Pasifik. Lebih dari setengah responden survei menyebutkan bahwa keberlanjutan menjadi faktor kunci dalam keputusan pembelian mereka. Di India, 83% pembeli menilai keberlanjutan sebagai isu penting, diikuti oleh 77% di Thailand, 67% di Malaysia, 59% di China, dan 57% di Australia.

Selain itu, transparansi mengenai dampak lingkungan dari pengiriman online menjadi permintaan utama. Sebanyak 73% pembeli di India dan 60% di China, Malaysia, dan Thailand menginginkan informasi tentang emisi karbon yang dihasilkan dari pesanan mereka.

Dengan perubahan iklim yang semakin nyata, konsumen menuntut lebih banyak dari merek yang mereka dukung. Mereka mendorong praktik bisnis yang lebih berkelanjutan dan transparan dalam mengungkapkan dampak lingkungan dari produk yang mereka beli.

Pengeluaran Konsumen dan Pentingnya Layanan Pengiriman yang Terpercaya

Pengeluaran konsumen di Asia Pasifik untuk belanja online terus meningkat. Di China, 88% konsumen menghabiskan lebih dari 100 yuan per bulan, sementara di India, 54% pembeli mengeluarkan lebih dari 2500 rupee setiap bulannya. Di Australia, lebih dari 50% konsumen menghabiskan lebih dari 100 dolar Australia dalam sebulan.

Dengan tingginya frekuensi pembelian online, konsumen di Asia Pasifik mengharapkan layanan pengiriman yang cepat dan andal. Di negara-negara seperti India dan Thailand, setidaknya 75% pembeli menilai pentingnya mengetahui penyedia layanan pengiriman sebelum melakukan pembelian.

Pentingnya mitra logistik yang andal menjadi faktor kunci dalam menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan. Seiring dengan perkembangan teknologi seperti realitas virtual, kecerdasan buatan, dan metaverse yang diperkirakan akan mengubah cara konsumen berinteraksi dan berbelanja online, perusahaan harus cepat beradaptasi dengan ekspektasi konsumen. Ini termasuk mengurangi dampak lingkungan bisnis dan memilih mitra pengiriman yang terpercaya. Hanya dengan cara ini, perusahaan dapat memperluas basis pelanggan mereka dan memperkuat loyalitas konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *