BrandExcellence.id – Pada 11 September 2024, Tokopedia dan ShopTokopedia secara resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendigitalisasi para pedagang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Inisiatif ini bertujuan untuk membuka akses edukasi, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang pasar, di era digital. Program ini juga selaras dengan target Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) yang berupaya mendigitalisasi 1.000 pasar rakyat di Indonesia pada periode 2022-2024.

Dalam keterangan resminya, Director of Tokopedia and TikTok E-commerce, Vonny Ernita Susamto, menjelaskan bahwa program ini bernama “Pasar Berdaya Digital”. Program tersebut merupakan inisiatif holistik dari Tokopedia, ShopTokopedia, dan Pemerintah Kota Yogyakarta. “Program ini mencakup tiga poin utama: onboarding ratusan pedagang di Pasar Beringharjo ke platform Tokopedia dan ShopTokopedia, pelatihan pengembangan bisnis online seperti cara live streaming di TikTok, serta memastikan persaingan usaha yang adil melalui kolaborasi dengan mitra strategis,” ujar Vonny. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengimplementasikan program ini.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, turut menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, platform e-commerce seperti Tokopedia dan ShopTokopedia memungkinkan para pedagang di Pasar Beringharjo dan UMKM di Yogyakarta untuk menjangkau lebih banyak pembeli dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi langkah Tokopedia dan ShopTokopedia dalam memberikan edukasi kepada para pedagang untuk memanfaatkan platform e-commerce dalam berbisnis. Dengan begitu, pedagang pasar dan UMKM di Yogyakarta dapat semakin berdaya di era digital, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” ungkap Veronica.
Tokopedia dan ShopTokopedia berharap bahwa melalui program “Pasar Berdaya Digital”, pedagang di Pasar Beringharjo dapat memperluas pasar dan meningkatkan penjualan mereka. Lebih dari itu, inisiatif ini juga berkomitmen untuk memperluas cakupan ke lebih banyak wilayah di Indonesia, agar semakin banyak pedagang yang merasakan manfaat berbisnis online, seperti memperbesar basis konsumen, meningkatkan pendapatan, menyederhanakan pemantauan bisnis, hingga mengurangi biaya pemasaran dan logistik.
Kelanjutan Digitalisasi Pasar Tradisional
Sejak 2021, Tokopedia telah bekerjasama dengan Kemendag RI untuk menginisiasi program “Digitalisasi Pasar Tradisional”. Program ini bertujuan untuk memberdayakan pedagang tradisional di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Yogyakarta. Berkat inisiatif ini, lebih dari 6.000 pedagang dari 12 pasar tradisional di Indonesia telah terdigitalisasi. Pasar-pasar tersebut antara lain Pasar Baru Cicalengka, Pasar Cihapit di Bandung, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta.
Salah satu contoh keberhasilan program ini terjadi di Pasar Cikurubuk, di mana para pedagang berhasil meningkatkan penjualan mereka lebih dari 505% setelah bergabung dengan platform Tokopedia, menurut data Tokopedia dari tahun 2021. Program ini juga didukung oleh berbagai inisiatif promosi, seperti live streaming yang dilakukan bersama Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan, pada Juli 2022, yang berhasil meningkatkan penjualan produk pedagang pasar.
Melihat kesuksesan dari program “Digitalisasi Pasar Tradisional”, Tokopedia kini memperkenalkan “Pasar Berdaya Digital” sebagai kelanjutan dari inisiatif tersebut. Program ini mulai dilaksanakan pada Agustus 2024 di Pasar Tanah Abang, Jakarta, dengan fokus memberdayakan pedagang dari kategori produk fashion, termasuk batik. Hal ini berbeda dengan program sebelumnya yang lebih berfokus pada pedagang sembako, sayur, dan buah.
Dengan adanya inisiatif “Pasar Berdaya Digital”, diharapkan pedagang pasar rakyat di seluruh Indonesia dapat semakin merasakan dampak positif dari digitalisasi, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.