Pabrik Semen dan Keramik Akan Dibangun di Papua, Bahan Baku dari Tailing Freeport

Honay Ajkwa Lorentz
Perwakilan PT Honay Ajkwa Lorentz bersama PT Tambang Mineral Papua melakukan rapat kerja dalam persiapan pembangunan pabrik semen dan keramik di Timika, Papua Tengah.

BrandExcellence.id – Pulau Papua, wilayah yang sering diabaikan oleh pelaku industri, kini mendapat perhatian serius. PT Honay Ajkwa Lorentz (PT HAL) bersama PT Tambang Mineral Papua (TMP) berencana membangun pabrik semen dan keramik dengan investasi senilai Rp 3,1 triliun. Pabrik ini akan memanfaatkan tailing dari PT Freeport Indonesia sebagai bahan baku utama, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Komitmen Lingkungan dan Kesejahteraan Lokal

Direktur PT HAL, Fenty Widiyawati, menegaskan bahwa pengelolaan tailing dilakukan secara serius untuk mematuhi regulasi pemerintah terkait pelestarian lingkungan. Proyek ini juga diharapkan menjadi peluang besar bagi masyarakat Papua. Rekrutmen tenaga kerja akan melibatkan 80% orang asli Papua (OAP) dengan pelatihan keterampilan, seperti bahasa Inggris, kelistrikan, dan mekanik.

“Kami optimis proyek ini dapat menekan harga semen di Papua sekaligus menciptakan ratusan lapangan kerja,” ujar Fenty.

Pada tahap pertama, pabrik akan berdiri di atas lahan seluas 9 hektar di Jl. Nabire Mil 32, Timika, dan menyerap hingga 900 tenaga kerja. Target produksi awal adalah 21 juta ton semen per tahun, dengan pembangunan infrastruktur pendukung yang sudah mulai dipersiapkan.

Agenda Groundbreaking dan Peningkatan SDM

Serangkaian agenda telah direncanakan, termasuk rapat kerja investasi di Surabaya (6-8 Januari 2025) dan perapihan area pabrik pada 10 Januari 2025, yang dihadiri kepala suku dari 10 kabupaten di Timika. Groundbreaking akan dilakukan pada Februari 2025 dengan upacara adat Bakar Batu.

Selain itu, seminar terkait tenaga kerja dan pemasaran juga akan digelar, dipimpin oleh Direktur Tenaga Kerja TMP, S.M. Albert, dan General Manager PT HAL, Hamdani.

Langkah ambisius ini tidak hanya menunjukkan potensi besar Papua dalam pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga sebagai bentuk investasi untuk kesejahteraan masyarakat lokal. Pabrik ini ditargetkan selesai pada 2026, sekaligus menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *