BrandExcellence.id – Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), sebagai salah satu unit di bawah Indonesian Heritage Agency (IHA), sukses menggelar acara Muskitnas Model United Nations (MUN) 2024. Acara ini merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada pembahasan sejarah kebangsaan dan isu internasional. Dengan tema “Honoring the Past, Inspiring the Future,” Muskitnas MUN 2024 menjadi ajang bagi para pemuda dari seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuan di bidang kepemimpinan, diplomasi, dan negosiasi global.
Sebagai platform edukasi yang inspiratif, Muskitnas MUN 2024 dirancang untuk menjadi sarana pengembangan keterampilan bagi generasi muda. Tahun ini, acara tersebut diikuti oleh 168 tim dari 28 provinsi di seluruh Nusantara, dan melalui seleksi ketat, terpilih 21 tim dari 20 provinsi untuk berpartisipasi dalam simulasi sidang PBB yang diadakan di Museum Kebangkitan Nasional.
Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra, menyampaikan bahwa Muskitnas MUN 2024 merupakan wadah strategis untuk mengembangkan keterampilan yang sangat dibutuhkan di era globalisasi. “Kami berkomitmen menjadikan museum sebagai platform kebangsaan yang dinamis, mendorong dialog tentang sejarah masa lalu dan dampaknya bagi masa kini dan masa depan. Melalui Muskitnas MUN 2024, kami ingin menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam mengatasi tantangan global dengan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan,” ujar Mahendra.
Dalam Muskitnas MUN 2024, para peserta berkompetisi dalam format simulasi sidang PBB. Beberapa pelajar berbakat berhasil meraih penghargaan atas kontribusi dan performa mereka dalam kategori seperti Best Delegate, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, Best Position Paper, Best Team, Budi Utomo Award, serta Best Costume. SMAK 1 BPK Penabur Jakarta berhasil meraih penghargaan Best Team untuk tiga komite: Historical Crisis Committee Council, UNESCO Council, dan OSGET Council, dengan performa luar biasa para delegasinya.
Nur Khozin, Penanggung Jawab Museum Kebangkitan Nasional, menyatakan bahwa acara ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta untuk terlibat aktif dalam dialog kebangsaan dan isu-isu internasional. “Museum Kebangkitan Nasional berharap bahwa museum dapat menjadi pusat pembelajaran yang hidup dan relevan bagi generasi masa kini dan masa depan,” ungkapnya.
Phillip Matthew Chandra, penerima penghargaan Best Delegate dan Best Letter of Intent dari Historical Crisis Committee, mengungkapkan kekagumannya atas penyelenggaraan MUN di museum bersejarah. “MUN di Museum Kebangkitan Nasional memberikan pengalaman unik, karena kami dapat melakukan diplomasi di tempat yang memiliki nilai sejarah penting tentang kebangkitan nasional,” ujarnya.
Muskitnas MUN 2024 juga menjadi bagian dari implementasi konsep reimajinasi museum yang diusung oleh Indonesian Heritage Agency, melalui tiga pilar utama: Reprogramming, Redesigning, dan Reinvigorating. Melalui konsep ini, museum tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga sebagai ruang inklusi yang aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mendukung perkembangan Indonesia di berbagai bidang, khususnya teknologi.
Acara ini diharapkan dapat terus berlanjut, memberikan ruang bagi para pemuda Indonesia untuk tidak hanya belajar tentang diplomasi dan kepemimpinan, tetapi juga memahami makna sejarah kebangsaan melalui pengalaman langsung di museum.