BrandExcellence.id – Akamai baru-baru ini mengungkapkan dalam laporan State of the Internet (SOTI) terbaru berjudul: Navigating the Rising Tide: Attack Trends in Financial Services, bahwa phising mendominasi serangan siber pada lembaga-lembaga keuangan di Asia Pasifik (68%). Pengelolaan data sensitif dalam jumlah besar dan transaksi bernilai tinggi, membuat industri layanan keuangan menjadi sasaran yang menarik bagi para pelaku serangan siber.
Ancaman DDoS dan Phishing Mendominasi
Industri layanan keuangan menjadi target utama serangan siber global, seperti yang diungkapkan dalam laporan terbaru State of the Internet (SOTI) oleh Akamai Technologies. Data menunjukkan sektor ini menghadapi serangan distributed denial-of-service (DDoS) tingkat 3 dan 4 dalam dua tahun terakhir. Serangan ini, yang memanfaatkan infrastruktur jaringan untuk menciptakan gangguan besar, menargetkan lembaga keuangan karena data sensitif dan transaksi bernilai tinggi yang mereka kelola.
Selain itu, kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ) mencatat skor ancaman tertinggi untuk phishing, dengan 68% serangan berasal dari domain palsu. Tren ini dipengaruhi oleh adopsi API yang tinggi, membuka celah bagi penyerang untuk mengeksploitasi API yang tidak terdokumentasi (shadow API).
Kerentanan Kawasan Asia Pasifik
Tingginya digitalisasi perbankan di APJ memperbesar risiko keamanan siber. Meski kesadaran akan phishing masih rendah, keterlibatan aktif di media sosial dan tingginya adopsi teknologi digital meningkatkan kerentanan terhadap peniruan merek dan pencurian data. Beberapa negara di kawasan ini, termasuk yang memiliki PDB tinggi, menjadi target utama kejahatan siber.
“Konsumen di APJ menghadapi risiko lebih besar akan pencurian data sensitif, terutama karena serangan phishing dan DDoS yang terus meningkat,” ujar Steve Winterfeld, Advisory CISO Akamai.
Strategi Mitigasi untuk Masa Depan Digital yang Aman
Laporan ini menekankan pentingnya teknologi keamanan berbasis AI untuk menghadapi ancaman canggih. Reuben Koh, Direktur Teknologi Keamanan APJ di Akamai, menyarankan lembaga keuangan untuk berinvestasi dalam solusi keamanan yang dapat diskalakan, termasuk implementasi Zero Trust dan mikrosegmentasi.
“Keputusan strategis dalam mengotomasi dan mengelola solusi keamanan sangat penting untuk melindungi aset digital sekaligus menjaga loyalitas pelanggan,” tambah Koh.
Dengan dunia yang semakin digital, laporan SOTI memberikan wawasan mendalam tentang tren serangan, memungkinkan lembaga keuangan untuk mengambil langkah proaktif dalam melindungi data, memenuhi regulasi, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.