BrandExcellence.id – Bank Saqu, layanan perbankan digital dari PT Bank Jasa Jakarta, yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab, turut mendukung penuh pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024. Acara ini mengusung tema “Wujudkan Akses Keuangan yang Bertanggung Jawab dan Produktif,” dan diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan, pada Oktober 2024. Bank Saqu menunjukkan komitmennya untuk mendorong akses dan literasi keuangan di seluruh Indonesia melalui partisipasinya dalam OJK Financial Expo 2024 (OJK FinExpo 2024).
Mendorong Kebiasaan Menabung
Willy Apriando, Head of Marketing & Branding PT Bank Jasa Jakarta, menyampaikan bahwa Bank Saqu sangat mendukung inisiatif OJK dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menabung, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu inovasi Bank Saqu adalah fitur Tabungmatic, yang dirancang untuk memudahkan generasi muda membangun kebiasaan menabung yang konsisten. Fitur ini bahkan telah mendapatkan penghargaan sebagai “Best Digital Savings Innovation in Indonesia” dari The Asian Banker pada September 2024.
Tabungmatic memungkinkan setiap transaksi menggunakan QRIS di aplikasi Bank Saqu otomatis mengubah uang kembalian menjadi tabungan di Saku Booster dengan insentif menabung sebesar 10% per tahun. Dengan fitur ini, Bank Saqu berkomitmen membantu generasi muda mencapai tujuan finansial jangka panjang mereka.
Kolaborasi dengan Musik untuk Mendorong Budaya Menabung
Sebagai bagian dari kampanye inklusi keuangan, Bank Saqu mengajak masyarakat untuk menabung melalui sebuah lagu remake berjudul “Menabung”, yang awalnya populer pada 1990-an oleh Titiek Puspa. Lagu tersebut dinyanyikan ulang oleh Saskia dan Geofanny, dengan kolaborasi bersama Jaz Hayat, menyajikan nuansa modern untuk generasi muda saat ini. Dengan inisiatif ini, Bank Saqu berharap dapat membangun kembali budaya menabung di Indonesia.
Tantangan Menabung di Indonesia
Meskipun menabung merupakan kebiasaan yang sangat penting, Bank Saqu menyadari bahwa ada berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengelola keuangan. Menurut Survei Konsumen Bank Indonesia pada November 2023, rasio tabungan terhadap pendapatan mengalami penurunan drastis sejak sebelum pandemi. Dalam survei yang sama pada tahun 2019, rasio simpanan masyarakat mencapai 198%, namun pada 2023, angka tersebut turun hingga 154%.
Gaya hidup konsumtif dan rendahnya literasi finansial masih menjadi tantangan utama dalam mendorong kebiasaan menabung di Indonesia. Oleh karena itu, Bank Saqu terus berupaya memberikan solusi praktis dan inovatif untuk membantu masyarakat, terutama generasi muda, dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.
Komitmen Bank Saqu untuk Generasi Muda
Dengan nasabah yang telah mencapai lebih dari satu juta orang, di mana 43% di antaranya berusia antara 20-30 tahun, Bank Saqu berfokus pada generasi muda dan solopreneur. Produk inovatif seperti Tabungmatic, Saku Booster, dan Busposito dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka, membantu mereka meraih stabilitas finansial di tengah gaya hidup modern yang sering kali menuntut pengeluaran lebih tinggi.
Bank Saqu juga berkomitmen mendukung inklusi keuangan di Indonesia melalui kombinasi layanan tradisional dan digital, memberikan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi bagi seluruh nasabahnya. Melalui kampanye inklusi keuangan seperti BIK 2024, Bank Saqu berupaya untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.