
BrandExcellence.id – PT Daikin Industries Indonesia (DIID) resmi menyelesaikan pembangunan pabrik AC skala penuh pertama di Indonesia. Berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, fasilitas ini dirancang untuk memproduksi AC mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk jadi. Langkah ini menandai komitmen Daikin untuk mendukung industri manufaktur lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Dalam acara peresmian, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengapresiasi langkah ini sebagai kolaborasi strategis antara sektor swasta dan pemerintah. “Pembangunan pabrik ini akan memperkuat daya saing industri lokal, meningkatkan kualitas produk melalui penerapan SNI, serta menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Investasi Besar dan Komitmen Keberlanjutan
Dengan nilai investasi sebesar Rp 3,3 triliun, pabrik ini dirancang untuk memenuhi standar Daikin Global dari Jepang. Presiden Direktur DIID, Khamhaeng Boonthavee, menekankan pentingnya kualitas produksi. “Seluruh proses produksi diawasi sesuai standar Jepang untuk menjamin produk terbaik bagi konsumen Indonesia,” katanya.
Daikin juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya. Fasilitas ini menggunakan desain arsitektur yang mengurangi radiasi matahari, panel surya, dan sistem ventilasi hemat energi. Selain itu, pabrik ini menerapkan pemantauan energi digital di seluruh lini produksi.
Target TKDN dan Produksi Massal
Fasilitas yang berdiri di atas lahan 20 hektar ini telah memenuhi berbagai persyaratan, termasuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40% pada tahun 2025. Direktur DIID, Budi Mulia, menjelaskan bahwa pabrik ini mampu memproduksi hingga 1,5 juta unit AC rumah tangga per tahun. Produksi massal sudah dimulai, dengan rencana peluncuran produk pada pertengahan 2025.
Melalui pabrik ini, Daikin tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar global tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan hingga 2.500 lapangan kerja lokal.